Jumat, 06 Desember 2013

Profil Arsenal

lg.png
ARSENAL FC


Kota London, Inggris
Nama lengkap Arsenal Football Club
Julukan The Gunners
Berdiri 1886 sebagai Dial Square
Stadion Emirates Stadium, London (kapasitas : 60.361)


Arsenal Football Club didirikan pada 1886 dengan nama Dial Square FC oleh para pekerja pabrik amunisi Royal Arsenal di Woolwich, London tenggara. Nama klub beberapa kali diganti dari Dial Square FC, Royal Arsenal FC, Woolwich Arsenal FC, dan terakhir Arsenal FC.

Sejak tahun 1891 mereka telah berstatus klub profesional dan dua tahun kemudian bergabung dengan Football League (Liga Inggris).

The Gunners promosi ke Divisi I untuk pertama kalinya pada tahun 1904, tetapi masalah keuangan membuat mereka hampir bangkrut pada tahun 1910, sehingga harus dijual kepada Sir Henry Norris. Sir Henry kemudian memindahkan Arsenal ke Highbury, London Utara pada tahun 1913.

Setelah Perang Dunia I , Arsenal yang saat Perang Dunia meletus berada di divisi dua, secara kontroversi dipromosikan ke divisi I, sejak saat itu Arsenal tidak pernah lagi merasakan degradasi.

Periode pertama kejayaan Arsenal dimulai pada dekade 1920-30'an, dibawah manager Herbert Chapman yang berhasil memodernisasi dan mereformasi permainan dan taktik klub. Chapman meninggal pada tahun 1934, posisinya digantikan George Allison. Keduanya mengantarkan Arsenal meraih lima gelar juara Liga Inggris dua gelar juara Piala FA pada periode 1930 s/d 1938.

Setelah Perang Dunia Kedua, Tom Whittaker menempati posisi manager, memimpin 'The Gunners' meraih dua gelar Liga Inggris dan Piala FA.

Setelah Whittaker meninggal, Arsenal mengalami masa kemunduran dan hanya menjadi klub papan tengah, sampai kemudian mantan fisioterapi klub, Bertie Mee membangun tim yang mampu memenangkan Inter-Cities Fairs tahun 1970 dan meraih double winners setahun kemudian.

George Graham, salah satu pemain yang mengantarkan Arsenal meraih double Winners pada 1971, menjadi manager Arsenal sejak tahun 1986 hingga 1995, ia membawa Arsenal memenangkan liga Inggris tahun 1988/89 dan 1990/91, serta Piala Winners Eropa tahun 1993/94.

Arsene Wenger yang menangani Arsenal sejak Oktober 1996 menjadi manajer non-Britania pertama yang memenangkan Double Winners (juara Liga dan Piala FA) pada tahun 1998, ia mengulangi prestasi tersebut pada tahun 2002.

Pada musim 2003-2004, Arsenal berhasil menyamai rekor berusia 115 tahun milik Preston North End, yakni menjadi juara liga tanpa terkalahkan. Arsenal juga meruntuhkan rekor 42 pertandingan liga tak terkalahkan milik Nottingham Forest, dengan mencatat 49 pertandingan tak terkalahkan.

Pada tahun 2006, untuk pertama kalinya Arsenal mencapai final Liga Champions Eropa setelah mencatat 10 pertandingan tanpa kebobolan -- termasuk melawan Juventus dan Real Madrid, namun di final mereka harus takluk 1-2 dari Barcelona.

Setelah 93 tahun menggunakan Higbury sebagai kandang, akhirnya pada bulan Agustus 2006, Arsenal pindah ke stadion Ashburton Grove (Islington, London Utara) atau lebih dikenal sebagai Emirates Stadium karena alasan sponsor.

PRESTASI
Liga Inggris : 13 kali juara
1930-31 , 1932-33 , 1933-34 , 1934-35 , 1937-38 , 1947-48 , 1952-53 , 1970-71 , 1988-89 , 1990-91 , 1997-98 , 2001-02 , 2003-04

Piala FA : 10 kali juara
1930 , 1936 , 1950 , 1971 , 1979 , 1993 , 1998 , 2002 , 2003 , 2005

Piala Liga Inggris : 2 kali juara
1987 , 1993

FA Community Shield : 12 kali juara
1930 , 1931 , 1933 , 1934 , 1938 , 1948 , 1953 , 1991 (juara bersama) , 1998 , 1999 , 2002 , 2004

Piala Winners Eropa : 1 kali juara
1993-94

Inter Cities Fairs Cup : 1 kali juara
1969-70


Source : http://andrictg.mywapblog.com/profil-klub-arsenal-inggris.xhtml

Asal Mula Danau Mas

Asal – usul nama Danau Mas Harun Bastari
avatar

Ketika kita mendengar sebutan nama sebuah danau yaitu  ” Danau Mas Harun Bastari “, tentunya di benak kita tertuju kepada sebuah obyek wisata yang cukup diunggulkan yang letaknya di pinggir jalan Curup-Lubuk Linggau. Mungkin ada yang penasaran, ada yang bertanya-tanya dan ada yang belum tahu tentang asal – usul nama tersebut.
Dari penjelasan Bapak Mu’id di Danau Mas Harun Bastari, selaku Nara sumber, yang dituangkan dalam tulisan berikut ini, mudah – mudahan akan sedikit mencoba menjelaskan tentang asal – usul nama  ” Danau Mas Harun Bastari ” tersebut.
Bahwa, nama Danau Mas Harun Bastari telah beberapa kali mengalami perubahan, yaitu sesuai dengan kondisi Fase Perkembangan Danau tersebut.
Awalnya pada tahun empat puluhan dikenal dengan nama ” Danau Kasnah ” . Adapun Kata Kasnah ini berarti Cermin    ( Kaca Bayang ). Jadi Danau Kasnah berarti Danau Cermin. Pemberian nama ini karena air danau ini sangat jernih bagaikan cermin bayang, dan pada waktu itu permukaan danau tidak terlalu luas, yaitu hanya kira-kira 14 m2 saja.
Pada fase ini pula kawasan Danau Kasnah dikuasai oleh Kelompok Barisan Tani Indonesia ( BTI ). Sekitar tahun 1960 sampai dengan tahun 1965, wilayah ini diambil alih penguasaannya oleh Veteran Curup, yang mana pada waktu itu Panglima Daerah Militer Sriwijaya bernama Harun Sohar, yang berkedudukan di Palembang.
Panglima Harun Sohar adalah satu-satunya orang pertama yang memberikan perhatian terhadap pembangunan danau tersebut, yaitu dengan memberikan sumbangan dana sebesar Rp. 60.000,- kepada Veteran Curup untuk biaya pembuatan Pematang atau Bendungan Danau supaya menjadi Kawasan danau yang Luas dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk penampungan air maupun untuk tempat wisata. Pada fase ini nama Danau lebih dikenal dengan ” ,Pematang Danau Harun sohar
Pada waktu itu juga di Palembang ( Sumatera Selatan ), nama Pejabat Gubernurnya adalah Bastari. Untuk mengefektifkan aktifitas teroterial di lokasi danau, didirikan Pos Garuda Emas ( Gamas ). Sehingga setelah tahun enampuluhan, nama Danau tersebut bermacam-macam, ada yang menyebutkannya dengan ” Pematang Danau “, Ada yang menyebutkan dengan nama “  Danau Harun “, ada juga yang menyebutkan dengan nama  ” Danau Bastari “.
Singkatnya sejak Zaman Pemerintahan Otonomi, nama Danau ini dimantapkan menjadi ” DANAU MAS HARUN BASTARI ” ,  yaitu untuk mengenang jasa-jasa  para perintis / pendahulu yang telah memberikan kontribusi cikal-bakal Danau Mas Harun Bastari ( DMHB ) tersebut.
Selanjutnya melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 461 Tahun 2002, ditetapkanlah kawasan ini sebagai Kawasan Obyek wisata dengan nama Obyek Wisata alam Danau Mas Harun Bastari ( DMHB ).
Untuk diketahui juga, air yang menggenangi danau ini tidak bisa dikeringkan secara total, karena sumber mata airnya yang cukup besar yang berbentuk pusaran yang berada di tengah-tengah danau yang tertutup oleh gambut tebal.
Konon cerita, sumber mata air tersebut ada hubungannya dengan Danau Tes di Kabupaten Lebong. sehingga ada kepercayaan yang menyebutkan bahwa   mahluk halus penunggu Danau Tes, sama dengan yang mendiami Danau Mas Haru Bastari, yaitu  sama-sama seorang Haji berjenggot panjang.
Demikian sedikit ulasan tentang asal-usul nama Danau Mas Harun Bastari, semoga bermanfaat.


Kehidupan Setelah Menjadi Anak Rantau

Saya akan menceritakan bagamana kehidupan saya setelah menjadi anak rantau, saya akan memperkenalkan diri saya, saya bernama YUDHA PRATAMA,saya tinggal di curup, saya lahir dicurup, pada tanggal 13 januari 1995.
Setelah saya lulus sma saya mencoba mengikuti berbagai tes yang dari internet, tes langsung ke universitasnya, tetapi semua yang saya ikuti tidak ada satupun yang tembus. Disana saya sempat sedih, karena tidak ada satupun universitas negeri yang menerima saya, saya kecewa, orang tua saya bilang, kamu mau ke kalimantan apa mau ke palembang, waktu itu saya bingung untuk memilihnya, saya sempat waktu itu ingin merantau ke kalimantan, tapi saya masih bimbang, saya berfikir lagi, saya merenungkan diri.
Akhrinya saya ingin merantau ke palembang, saya mengikuti tes di binadarma dan mengambil jurusan psikologi, saya di terima di universitas binadarma. Setelah 2 bulan sesudah tes, akhrinya saya pergi meninggalkan kota curup di mana tempat saya tinggal, dan saya berpamitan kepada keluarga, teman-teman, dan kerabat- kerabat terdekat.
Sekarang saya sudah di palembang, saya sudah meninggalkan kota curup selam 2 bulan lebih, di kota palembang ini saya ngekos di plaju jln jaya indah. Banyak kesulitan saat saya baru menginjakkan kaki di kota palembang ini, saya menarik nafas, dan saya bekata " PERJUANGAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA BARU DI MULAI ".Saya tidak patah semangat untuk mencapai cita-cita yang saya inginkan, dan saya ingin membanggakan kedua orang tua saya, saya tidak mau menyusahkan mereka, mengecewakan mereka, saya ingin mereka tersenyum bangga melihat saya, sudah banyak kedua orang tua saya mengeluarkan biaya untuk saya, jadi saya tidak boleh main-main, saya harus serius, terkadang juga saya sering main-main, tetapi dibalik itu saya mempunyai tekad yang besar.
Kehidupan saya setelah menjadi anak rantau, terasa sekali, karna jauh dari kedua orang tua, terkadang makan 3x sehari, sekarang makan hanya 2x, bahkan bisa 1x, yang biasanya saya boros, sekarang harus berhemat, walaupun kebiasaan boros itu masih ada, terapi saya mencoba untuk mempergunakan uang saya dengan baik.